SELAMAT HARI RAYA



Tenggelamnya suria ratapi berakhirnya Ramadhan, hening mencekam songsong kesucian. Andai jemari tak sempat berjabat, andai raga tak dapat bertatap, seiring bedug yang menggema, seruan takbir yang berkumandang, ku aturkan salam menyambut hari raya aidil fitri. Jika jiwa sebening air, maka jangan keruhkan. Jika hati seputih awan, jangan mendungkan. Mata kadang salah melihat. Mulut kadang salah berucap. Hati kadang salah menduga. Kesalahan hati dan khilaf diri, terkadang hadir menyapa indahnya kebersamaan yang kita jalani. HIDUP HANYA SEBENTAR, SEBENTAR senang, SEBENTAR sedih, SEBENTAR berduit, SEBENTAR ketawa. Andai jemari tak kuasat, setidaknya kata masih dapat terungkap. Dengan kerendahan hati, jika ada kata serta khilafku membekas lara, mohon keikhlasan untuk memaafkan kesalahan saya. Saya berharap semoga di hari yang fitri ini terbuka pintu maaf bagi saya. Mari jadikan detik ini sebagai titik balik untuk BERUBAH. Walaupun salah itu pasti, tapi bagi saya minta MAAF adalah PILIHAN. Taqobollahu minna wa minkum. 

No comments:

Post a Comment